Senin, 27 April 2015

SEJARAH IMIKI



Sejak tahun 1989 gagasan mendirikan sebuah wadah bagi mahasiswa  Ilmu  Komunikasi  di  Indonesia  telah  dirintis  di  Senat  Mahasiswa  Fakultas  Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran Bandung melalui kegiatan Temu Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (TIMKI I). Kemudian berlanjut dengan terselenggaranya TIMKI II di Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas  Hasanuddin  Ujung  Pandang  pada  tahun 1992.  Sedangkan untuk TIMKI  III  mengalami perubahan nama menjadi Pertemuan Mahasiswa Ilmu Komunikasi se-Indonesia I pada tahun 1994 oleh  Himpunan  Mahasiswa  Ilmu  Komuniaksi  Jurusan  Ilmu  Komunikasi  FISIP  Universitas Diponegoro Semarang. Ketiga rangkaian acara temu tersebut mengalami kebuntuan (deadlock) dalam menelurkan sebuah wadah formal bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi di Indonesia.
Adapun pada pertemuan ketiga di Undip hanya terdeklarasikan sebuah forum informal FKMIKI (Forum Komunikasi Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia). Agenda pertemuan selanjutnya direncanakan di Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP  Universitas  Indonesia  atau  di  Jurusan  Ilmu  Komunikasi  FISIP  Universitas  Atmajaya Yogyakarta, akan tetapi pertemuan tersebut tidak terlaksana karena FKMIKI memang tidak berdiri sebagai ikatan yang formal sebagai wadah organisasi. Terlepas dari rangkaian pertemuan dua tahunan yang diselenggarakan pada tahun 1997, Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang menggelar sebuah kegiatan, "Communication Expo". Pada ekspo komunikasi ini, delegasi mahasiswa yang mewakili jurusan ilmu komunikasi dari berbagai kampus di Indonesia, sepakat meneruskan upaya penggagasan kembali pendirian wadah bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi se-Indonesia. Saat itu pula Sema Fikom UNPAD kemudian ditunjuk sebagai penyelenggara pertemuan lanjutan pada tahun 1998, akan tetapi berbagai kendala menghadang terlebih karena kondisi politik dan ekonomi nasional yang sedang mengalami krisis. Dilain pihak Korps  Mahasiswa  Ilmu  Komunikasi  Fisipol  Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan Communication Expo pada Mei 1998. Pada expo ini, utusan Sema Fikom UNPAD baru dapat mempresentasikan Proposal Pertemuan Nasional Mahasiswa Ilmu Komunikasi se-Indonesia (Penamiki). Selain presentasi dan dialog, ditempuh juga safari pada 5 perguruan tinggi yang memiliki kajian Ilmu Komunikasi se-Yogjakarta. Dari hasil dialog dan safari disimpulkan pentingnya mengadakan lanjutan pertemuan dalam hal ini para peserta ekspo mendukung rencana penyelenggaraan Penamiki pada Juni 1998 di Fikom UNPAD Bandung. Pada bulan Mei dan Juni 1998, kondisi politik nasional semakin memanas, hal ini ditandai dengan berbagai gejolak  aksi  unjuk  rasa  mahasiswa di berbagai daerah,  selain itu pula kondisi  perekonomian  yang  juga  semakin memburuk mengakibatkan ketidakstabilan dimana-mana. Kondisi inipun terasa di Bandung tempat rencana pelaksanaan Penamiki. Pada akhirnya, panitia Penamiki di Fikom UNPAD  yang sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk kegiatan Penamiki, terpaksa mengundurkan acara sampai 30 Agustus 1998.
Pada tanggal 30 Agustus sampai dengan 3 September 1998 akhirnya Penamiki dapat digelar. Melalui  acara  pokok  persidangan  yang  alot  dan  melelahkan,  akhirnya  Persidangan  Penamiki mendeklarasikan berdirinya IMIKI (Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia) sebagai satu-satunya wadah bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi se-Indonesia.  Persidangan juga  dapat  mengagendakan  dan  menyusun  perangkat  organisasi secara lengkap termasuk pengurus periode 1998/1999. Deklarasi ditandatangani oleh 18 perguruan tinggi peserta Penamiki dari berbagai wilayah di Indonesia.  Sejak itulah pada tanggal 1 September 1998 diperingati sebagai hari lahirnya Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI).

SEJARAH UMT

Sejarah

Untitled-1 Universitas Muhammadiyah Tangerang

Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) merupakan lembaga pendidikan tinggi yang berada di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah di Kota Tangerang Banten. Resmi berdiri pada 03 Agustus 2009 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor. 109/D/O/2009 tentang Ijin Operasional Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Semula merupakan pengembangan dari tiga Sekolah Tinggi yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah,

Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAI) Muhammadiyah dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah yang kesemuanya berlokasi di Jalan Perintis 1/33 Cikokol Kota Tangerang.

STIE Muhammadiyah Tangerang didirikan pada tanggal 1 Juni 1993 dan merupakan lembaga pendidikan tinggi pertama Persyarikatan Muhammadiyah Tangerang. Setelah itu, menyusul berdirinya STAI Muhammadiyah Tangerang tahun 2000 sebagai respon Persyarikatan Muhammadiyah Tangerang terhadap tingginya minat masyarakat terhadap calon-calon guru-guru agama yang terdidik dan berkualitas. Disusul kemudian, berdiri STIKES Muhammadiyah Tangerang tahun 2004. Ketiga Amal usaha Muhammadiyah tersebut di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tangerang.

Ketiga lembaga pendidikan tinggi Muhammadiyah Tangerang itu yang kemudian digabung menjadi UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG, dan selanjutnya populer dengan UMT
Dalam usia perkembangannya saat ini yang memasuki tahun ke-5 (lima), UMT mengelola 7 Fakultas dan Program Pascasarjana, yang terdiri dari 24 (dua puluh empat) Program Studi meliputi 4 Program Diploma, 1 Program Pascasarjana dan 19 Program Sarjana. Jumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang secara keseluruhan berdasarkan laporan EPSBED tahun 2013 sebanyak 14487 orang. Rincian mahasiswa SI sebanyak 13606 (93,92 %), mahasiswa diploma sebanyak 730 (5,04 %), dan mahasiswa pasca sarjana sebanyak 151 (1,04%).

Proses pendidikan terhadap mahasiswa di dukung oleh sejumlah dosen. Dosen di Universitas Muhammadiyah Tangerang pada tahun 2014 berjumlah 122 orang, dengan kualifikasi pendidikan terakhir S2 sejumlah 115(94,26%), dan dosen berpendidikan S3 sebanyak 7 orang (5,74%). Pada saat ini terdapat 11 orang yang sedang mengikuti studi lanjut dan tugas belajar pada program S3
Dalam usia yang ke-5, berbagai penghargaan dan prestasi yang pernah diperoleh oleh Universitas di tingkat nasional, yang dilakukan oleh alumni, mahasiswa, dan dosen. Prestasi tersebut telah mengangkat nama Universitas Muhammadiyah Tangerang. Untuk itu pada periode 2013-2017 civitas akademika Universitas Muhammadiyah Tangerang ingin lebih mengukuhkan sebagai kampus pengembangan kompetensi moral, intelaktual, berjiwa enterpreunership dan berdaya saing.


Sumber : http://umt.ac.id/sejarah-umt/